Terkini
Loading...

IKlan

Tanya Cantiknya dulu, baru agamanya.






Tanya Cantiknya dulu, baru agamanya.
Imam Ahmad mengatakan:

إذَا خَطَبَ رَجُلٌ امْرَأَةً سَأَلَ عَنْ جَمَالِهَا أَوَّلًا فَإِنْ حُمِدَ : سَأَلَ عَنْ دِينِهَا .فَإِنْ حُمِدَ : تَزَوَّجَ ، وَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ : يَكُونُ رَدُّهُ لِأَجْلِ الدِّينِ. لَا يَسْأَلُ أَوَّلًا عَنْ الدِّينِ ، فَإِنْ حُمِدَ سَأَلَ عَنْ الْجَمَالِ فَإِنْ لَمْ يُحْمَدْ رَدَّهَا .فَيَكُونُ رَدُّهُ لِلْجَمَالِ لَا لِلدِّينِ

"Apabila seorang pria ingin melamar seorang wanita, maka tanya dulu tentang kecantikan nya, jika wanita tersebut dipuji kecantikannya, maka tanya tentang agamanya dan jika (agamanya) bagus maka ia nikahi. Tapi jika tidak bagus, maka ia menolak wanita tersebut karena agamanya."

"Dan tidak bertanya tentang agamanya terlebih dahulu karena jika (agamanya) bagus, kemudian ia bertanya tentang kecantikannya, dan ternyata tidak cantik, ia lalu menolaknya, maka penolakannya adalah karena kecantikan bukan karena agama."
 [Al-Inshof 12/206]

Tidak melamar perempuan yang telah dilamar Lelaki lain (meskipun belum memberi jawaban).
Meminang/melamar ini berarti melamar secara resmi. Dari Abu Hurairah, Ia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,”Seorang lelaki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang saudaranya”(HR. Ibnu Majah) 

Merahasiakan pelamarannya (tidak mengumumkan ke orang banyak)
Dari Ummu Salamah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”. 

Hal ini bermanfaat apabila pelamaran tidak terjadi persetujuan, maka tidak menjadi bahan pembicaraan orang lain.

Perempuan yang dilamar terbebas dari segala mawani` (pencegah) dari sebuah pernikahan.
Misalnya perempuan itu sedang menjadi istri seseorang atau perempuan itu sudah dicerai atau ditinggal mati suaminya, namun masih dalam masa `iddah. Selain itu perempuan yang dilamar tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang masih menjadi mahram bagi seorang laki-laki. Maka di dalam Islam tidak dikenal ada seorang laki-laki meminang adiknya sendiri, atau ibunya sendiri atau bibinya sendiri.Untuk hal ini lebih jelas dibaca pada link berikut.

Perempuan melamar laki-laki Secara syar’i tidak masalah.
Ngambek Pengen Cepet Dilamar
”Dari Tsabit, ia berkata,”Kami duduk bersama dengan Anas bin Malik yang disebelahnya ada seorang anak perempuannya. Lalu Anas berkata,” datanglah seorang perempuan kepada Nabi SAW, lalu ia menawarkan dirinya kepada beliau, kemudian perempuan itu berkata,”Wahai Rasulullah maukah tuan mengambil diriku? Kemudian anak perempuan Anas menyeletuk,”Betapa tidak malunya perempu itu!” Lalu Anas menjawab,”Perempuan itu lebih baik daripada kamu”. Ia menginginkan rasulullah, karena itu ia menawarkan dirinya kepada beliau”(HR. Ibnu Majah).

Hal ini menunjukkan betapa hukum Islam sangat menjunjung tinggi hak perempuan. Mereka tidak hanya berhak dilamar tetapi juga memiliki hak untuk melamar lelaki yang disukainya.

0 comments :

Post a Comment

Back To Top